About

SMA Negeri 70 Jakarta adalah gabungan dua SMA Negeri yaitu SMA Negeri 9 dan SMA Negeri 11 yang masing-masing berdiri tahun 1959 dan 1960. Sejak bergabung tahun 1981, prestasi SMA Negeri 70 terus meningkat. Prestasi-prestasi tersebut diantaranya:

  • Tahun 1994, SMA Negeri 70 menjadi sekolah unggulan tingkat Kota Madya Jakarta Selatan
  • Tahun 2003-2004, SMA Negeri 70 menjadi sekolah unggulan tingkat Nasional

Berdasarkan prestasi-prestasi yang terus meningkat, Departemen Pendidikan Nasional mempercayakan SMA Negeri 70 sebagai penyelenggara program Kelas Akselerasi dan Kelas Internasional.

Blog ini masih dalam tahap pengembangan, media informasi resmi sekolah dapat dilihat di http://sman70-jkt.sch.id, yang juga sedang dalam tahap renovasi. Mudah-mudah an dalam waktu dekat akan selesai.

Regards

Founder and temporary blog admin,

Ortu Siswi yang insya Allah akan lulus tahun 2008.

Friday, May 30, 2008

Responses

  1. Hi guru-guru dan teman-teman siswa sman70,

    Saya Roni Atria Dwiantoro angkatan 1981 sman xi. Saya sangat bangga dengan prestasi akademik maupun non akademik yang pernah diraih oleh sman 70……pertahankan.

    Bersamaan dengan rasa bangga, saya sangat prihatin dengan pola perilaku siswa yang cenderung brutal. Perkelaian, palak, balas dendam terhadap adik kelas menjadi hal sangat biasa……

    Dimana peran guru untuk mendidik anak didiknya……jangan hanya melihat tingkat kelulusan, namun juga moral dan perilaku…

    hormat saya,
    Roni

  2. Saya sependapat dengan p Roni, saya kebetulan juga angkatan 1981 tapi dari SMAN 1 Jakarta. Alhamdulillah, putri saya yang pertama baru lulus dari SMAN 70 dan adiknya baru masuk tahun ini.

    Sudah saatnya siswa siswi SMAN 70 sekarang melakukan hijrah dari kebiasan buruk ke kebiasaan yang lebih memberikan kenyamanan bagi adik adik kelas, teman, guru dan lingkungan. Tinggalkan rasa dendam karena pernah dianiaya oleh orang orang terdahulu. Kalau kita melakukan balas dendam, maka kita tidak kalah buruknya dengan pelaku terdahulu.

    Konon ada seorang sahabat yang berpendapat bahwa menjadi pintar saja tidak cukup, ia harus punya akhlak/prilaku yang memberikan kenyamanan bagi lingkungan. Banyak contoh telah membuktikan, hancurnya suatu tatanan kehidupan — baik di institusi (pemerintah, non pemerintah), pendidikan dan non pendidikan, di jalan jalan dan dimana mana, lebih banyak dipengaruhi oleh akhlak/prilaku yang negative dan tidak terpelihara sejak usia dini.

    Saya yakin, para siswa siswi sekarang dan para guru gurunya bisa mewujudkan ini. Sehingga citra SMAN70 di masa mendatang tidak hanya cerdas secara fikiran tapi juga cerdas secara rohani dan prilaku.

    Amin,

  3. Selamat p suhartanto !!….Hal yang sangat membanggakan bagi orang tua mengetahui anak kita lulus dari sekolah yang berpredikat unggulan.

    Melanjutkan komentar kita, coba perhatikan misi dan visi sma 70 dibawah ini. Bukankah itu sangat baik. Terus apa yang salah, sehingga pelaksanaan dilapangan sangat berbeda seperti langit dan bumi??????…..

    VISI :

    Unggul dalam prestasi berlandaskan iman dan taqwa serta menghasilkan lulusan yang mampu bersaing pada tingkat Nasional dan Internasional.

    MISI :

    1. Menumbuhkan penghayatan dan semangat pengamalan terhadap ajaran agama yang dianut dalam budaya bangsa sebagai sumber kearifan.

    2. Menumbuhkan keunggulan dan kompetitif secara intensif kepada seluruh warga sekolah.

    3. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara optimal yang berorientasi pada pencapaian kompetensi berstandar Nasional dan Internasional.

    4. Mengembangkan dan mengintensifkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pendidikan serta institusi lain yang telah memiliki reputasi Nasional dan Internasional.

    5. Menerapkan manajemen pengelolaan sekolah mengacu standar ISO 9001 tahun 2001 dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

  4. Hi SMA 70…

    Saya Budi, kebetulan keponakan saya juga bersekolah di SMA70. Bangga sekali keponakan saya itu bisa menjadi bagian dari 70. Sekolah unggulan, dimana tidak semua orang memiliki kesempatan menjadi bagian dari-nya. Tapi sangat prihatin, saya melihat perubahan yang negatif – terutama dalam hal perilaku agresif dan prestasi akademik-nya.

    Perkelahian/tawuran menjadi berita baru di keluarga besar kami. Kaget juga melihat seorang anak yang pintar, mendadak mengalami masalah akademis. Seorang anak yang lugu, touchy dan sensitif – tidak pernah bisa melihat orang lain kesulitan, berubah menjadi anak yang terlibat tawuran, tega menyakiti sebayanya…

    Saya yakin, bahwa ini bukan nilai2 yang diajarkan orang tuanya dan bukan pula yang diajarkan di SMA 70.

    Pasti ada yang keliru???
    Apa? Lalu, siapa yang bertanggung jawab?

    Jika betul pendapat sdr. Roni bahwa balas-dendam adalah motif dibalik semua itu. Artinya, adik2 kita ini hanya menyalurkan dorongan agresifitas-nya melalui perkelahian atau tawuran dengan kemasan “solidaritas semu angkatan” atau “solidaritas semu nama baik sekolah”?

    Saya yakin, kegiatan belajar-mengajar di SMA 70 seharusnya sudah membuat adik2 kita sibuk dan tidak cukup waktu untuk sekedar tawuran.

    Mungkin sudah saatnya, para guru, orang tua, tokoh pendidik membicarakan dan menelaah, apa yang yang selama ini menjadi pencetus dan pemelihara rasa dendam ini?

    MOS – hari ini sudah dinyatakan dilarang oleh pemerintah. Saya setuju, karena mungkin ini menjadi salah satu media tumbuhnya dendam antar angkatan.

    MOS seharusnya menjadi program yang meng-eratkan hubungan kakak kelas dengan adik kelas-nya yang baru. MOS seharusnya membantu adik kelas mempersiapkan diri dan merasa nyaman & mudah dalam memasuki dunia baru. MOS menjadikan hubungan yang harmonis layaknya seorang kakak dan adik.

    Namun saya tetap setuju bahwa program orientasi masih diperlukan. Tapi dalam merancang program MOS di sekolah, ada baiknya jika melibatkan profesional yang memahami dunia pendidikan dan dinamika perilaku remaja.

    Cara lain, mencoba menyeimbangkan kegiatan akademis dengan program pendukung lain, misalnya pengembangan diri. Saya ingat sekali, sekitar tahun 90-an, Dr. Matindas dr Fak Psikologi UI merancang program “Self Development” untuk kaum remaja. Program ini mengajak remaja untuk mulai mendefinisikan ambisi yang ingin dicapai, sambil menelaah kondisi yang dimiliki lalu merencanakan usaha apa yang perlu dilakukan serta keterampilan2 interpersonal yang perlu dikembangkan dalam menghadapi konflik, pemecahan masalah dll. Menarik…

    Menurut saya, sudah saatnya hal2 negatif tadi ini dihentikan. It’s time to do differently.

    Terlalu banyak energi dan konsentrasi adik2 kita terbuang sia-sia, habis hanya untuk bertawur, tidaklah heran jika kelak kita semakin tertinggal…

    Selepas SMA, tantangan hidup adik-adik ke depan makin berat dan perjalanan mereka masih panjang… Karenanya, keberhasilan melalui masa SMA menjadi critical untuk keberhasilan mereka menghadapi masa depannya.

    Saat ini, dengan latar belakang pendidikan yang memadai saja, banyak orang masih harus berjuang keras untuk hidup layak. Apalagi dengan modal pendidikan yang buruk???

    Saya yakin, jika semua pihak peduli, bahu membahu, satu kata satu bahasa antara pendidik, orang tua dan pemerintah… seharusnya kita bisa menyelesaikan masalah ini.

    Ayo, SMA 70… dan juga sekolah2 lain, anda pasti bisa!

    Budi – Pemerhati

  5. Saya Ina, alumni angkt 84 – ingin memberi pendapat terhadap eksistensi SMU 70 sekarang ini. Dulu di jaman saya, SMU 70 begitu berkibar sbg sekolah penuh kebanggaan dan punya prestasi akademis., dan rasanya kita bangga bisa menjadi alumni SMU 70.

    Namun, semua itu hilang karena justru SMU 70 menonjol sbg sekolah yang mengakomodir “jiwa agresi dan balas dendam” sesama angkatan – kalau bahasa gaul nya adalah SEKOLAH YANG SUKA BIKIN GARA-GARA.

    Banyak orang tua yang sekarang menjadi “takut dan paranoid” menyekolahkan anak2nya di SMU 70.. bahkan anak2 siswa SMU 70 jg ketakutan untuk belajar dan tampil sehat sebagai anak cerdas dan berprestasi –

    Sangat sayang – anak2 didik yang cerdas dan berprestasi tidak bisa eksis sbg mana layaknya siswa berprestasi hanya karena lingkungan sekolah yang tidak kondusif – yang penuh dengan tekanan sana sini .

    Kenapa para pendidik SMU 70 hanya duduk2 tenang dan tidak melakukan perubahan yang drastis?

    Orang tua yang prihatin…

  6. Hai…. salam kenal…
    sebagai info tambahan…
    yg mungkin blum smua ketahui…
    bahwa anak2 klas1 wadah mrk alias tempat kongkoh2 mrk setelah jam selesai skola di jalan mendawai dn skitar rumah2 hunian setempat…
    anak klas2 di gor… yg jg adalah tempat umum…..
    ada pula klas3…. yg smua tahu adalah kakak kelas paling berkuasa diantara klas 1 dn 2.
    tempat mrk bercengkrama biasanya di jln lamandau,halte bis depan SMA70 dn skitar….
    dilihat dr ini smua…kompleks skolah digunakan hanya selama kegiatan skola berlangsung dr senin-jumat dr jam 7.00 s/d 14.45…
    untuk kantin mrk istirahat jg sama …. ada perbedaan2 yg sangat signifikan…
    dolihat dr arah depan masuk nujun kantin, anak klas1 diberi tempat paling pojok kanan, sangat sempit kira2 5 siswa maks, tidak manusiawi,
    kelas2 di tengah2 lumayan cukup lebar dn saya pernah jg makan disituh, kemudian klas3 as always….paling berkuasa…
    untuk tangga nae dn turun pun sejenis…ada perbedaan untuk klas1,klas2 dn klas3.
    dimana ada keakraban diantara mrk?…

    saya pernah jg mencicipi asiknya skola dr klas1 s/d klas3 dn pernah jg merasakan asiknya jd klas3…merasa paling tua.
    tapi tidak pernah dalam hidup pengalaman saya slama di klas3, mendiskriminasikan adek2 klas hingga yg saya lihat di sma70 bulungan tercinta ini.

    saya himbau para orangtua yg anak2nya sedang berskola skrg…. untuk sama2 menyetop perilaku tersebut.
    kembalikan mrk ke skola… buat mrk senyaman mungkin selama berskola di sma70.
    mari kita kerjasama, bahu membahu dengan para guru dn kepala skola, untuk pelan2 membrantas budaya ini.
    guru dalam skola, tidak ada salahnya orangtua ber’jaga2 luar skola….
    after all… mrk adalah anak2 kita….
    ayo smua, para guru, kepala skola dn orangtua…. turun ke lapangan… rangkul anak2 kita…

  7. Saya alumni sman 70 lulus tahun 85…
    Mau komentar aja tentang website sma tercinta ini
    Websitenya kok gak canggih ya…
    bikin situs alumni 70 donk…

  8. Halo… saya alumni angkatan 2003.
    Saya bangga sama prestasi yang diraih SMA 70 baik dari segi akademik maupun ekstrakurikulernya. Cuman sayangnya, sekolah ini belakangan terkenal suka tawuran… sungguh sangat disayangkan.
    Dan yang paling menyeramkannya lagi, tingkat senioritas yang sangat tinggi…

    Jadi tolonglah, hal2 negatif seperti itu dihilangkan. Caranya gampang kok, mulai lah dari diri sendiri untuk TIDAK mencoba membalas dendam atas perlakuan senior ke junior.

    Jangan ngerasa “Yah, dulu gue digituin ama senior gue, sekarang gue bales ke junior gue dong”

    Kalo gitu terus, kapan majunya 70??

    Oke… selebihnya, sekolah ini sungguh membuat saya bangga. Di tempat saya kuliah pun, ITB, alumni2 70 dikenal sebagai mahasiswa2 aktif dan penuh kreativitas…

    Salut lah…

  9. ikuti olimpiade ekonomi nasional 2008
    yang diselenggarakan FE Nniversitas Negeri Malang
    keterangan lebih lanjut
    download petunjuk pelaksanaan dan formulirnya di http://www.malang.ac.id

  10. Sebagai alumni yang baru lulus tahun lalu, tentu masih membekas bagaimana tingkah laku GENK angkatan (yg jaman saya namanya ‘sproadis’) mencoreng nama 70 dengan ribut sesama angkatan, tawuran dengan sekolah lain, membawa senjata tajam ke sekolah, dan yg terparah adalah mengintimidasi adik kelas.

    Potret buram sman 70 sekarang sebenarnya adalah akibat dari keberadaan GENK ANGKATAN dengan segala macam tradisi yang mereka lakukan. Dari tahun ke tahun selalu aja ada anak-anak yang pro dan kontra dengan GENK ANGKATAN ini. Saya termasuk yang kontra. Saya tidak menggunakan atribut mereka (Jaket, Sweater, Tas, dll), tidak ikut serta dalam kegiatan mereka, dan menasehati (sebisa mungkin) adik kelas supaya tidak terjerumus dalam GENK ANGKATAN. Alhamdulillah kegiatan belajar berjalan lancar dan lulus dengan hasil memuaskan diterima di PTN terkemuka. (Sebagian besar anak GENK SPORADIS tidak lulus SPMB karena sering cabut sekolah, bolos BTA, dan kerap kali diskors, dan bahkan ada yg di D.O.)

    Saran saya buat para orang tua murid, guru, alumni sman 70 (khususnya yang tidak terlibat dalam GENK ANGKATAN di angkatannya masing-masing) agar berupaya lebih serius lagi dalam meminimalisir (kemudian menghapuskan) keberadaan GENK ANGKATAN. Beberapa usul saya ada sbb:
    1. Melarang atribut GENK ANGKATAN dipakai di lingkungan sekolah.
    2. Menindak siswa yang terlibat tawuran dengan langsung D.O. dari sekolah (tanpa diskors dulu)
    3. Mengintai/memonitor tempat-tempat di sekitar sman 70 yang sering dipakai untuk nongkrong anak GENK ANGKATAN (misal halte, lamandau, mendawai, gor). Jika ada siswa yang memancing tawuran (misal meledeki siswa sekolah lain dalam metromini yang lewat) agar segera dicatat namanya dan ditindak langsung!

    Mungkin ada ide lain dari para orang tua murid atau alumni silahkan dishare.

  11. seremmmmmmmmm liat kegiatan anak anak 70 sekarang apalagi yang di tv kemarin kemarin malam, aapa iya itu benar??? kalau benar kemana aja perhatian para pendidik selama ini???
    kenapa bisa hal itu terjadi sejauh itu??

  12. kunjungi http://www.siap-ujian.com situs pembelajaran gratis. soal-soal laihan ujian nasional GRATIS. ajak murid-murid mendaftar untuk persiapan hadapi ujian nasional GRATIS.

  13. perkenalkan saya galih dari angkatan 99
    kebetulan saat ini saya mengajar di sekolah yang menjadi saingan abadi 70 secara akademis yaitu sma 8
    karena ada beberapa alumni 70 yang juga mengajar di sma 8 plus ada satu guru yang yang agen ganda (mengajar di 70 dan di 8), so ‘aroma’ 70 sangat terasa di 8.
    saya juga agak kaget ternyata ada beberapa murid saya di sma 8 yang ‘mengidolakan’ banget masuk 70, bahkan mereka hafal nama-nama angkatan yang ada di 70
    wow bangga juga jadi alumni 70,
    beberapa murid kelas tiga di smu 8 mencoba membuat nama angkatan di 8 tapi hasilnya gagal total, ya itu kan karena karakter anak 8 dan anak 70 berbeda sekali
    Dan beberapa dari murid-murid juga mulai sok2an menggunakan bahasa khas sekolah kita yaitu asahab kilab.
    tapi tentu gurunya (dalam hal ini saya sendiri) lebih fasih dari mereka semua

    berita tentang bullying yang ada di 70 mereka juga tahu (mereka cerita ke saya dengan sangat antusias padahal saya aja belum lihat beritanya)dan mereka malah menganggap itu keren banget

    well di satu sisi nama angkatan mendorong perilaku bullying tetapi nama angkatan juga bisa menjadi ‘kebanggaan’ tersendiri bagi sekolah kita
    karena saya belum menemui di sekolah manapun di Indonesia yang punya tradisi ini
    so sebaiknya nama angkatan bisa dikelola menjadi sesuatu hal yang positif bagi siswa-siswa generasi saat ini.

    khusus untuk angkatan 2008 yang pada tidak lulus di spmb,itu sih bisa jadi sekolah salah rekrut kali
    hehehe…

  14. Yth. Admin Web

    Sebagaimana diadakan setiap tahun, pada tahun 2009 ini, Program Diploma FT
    Universitas Gadjah Mada mengadakan penerimaan mahasiswa baru lewat jalur
    PB2SMAK (penjaringan bibit Berprestasi SMA/SMK).

    Untuk itu mohon kiranya dapat mengupload pengumuman di website sodara
    Pengumuman yg lengkap dan formulir pendaftaran saya lampirkan, kalau
    memungkinkan Mohon bisa ditaruh di Web sodara, namun kalau tidak, file bisa di
    download di http://www.dte.ugm.ac.id, http://www.dme.ugm.ac.id, atau http://www.geodesi.ugm.ac.id

    Demikian, atas bantuannya kami ucapkan terimkasih

    Salam,
    Koordinator PB2SMAK 2009
    Prapto nugroho
    D3 TE UGM
    http://www.dte.ugm.ac.id

    =================================

    Pembukaan PB2SMAK Diploma Teknik UGM tahun 2009

    PENELUSURAN BIBIT BERPRESTASI SEKOLAH MENENGAH ATAS / KEJURUAN ( PB2SMAK )

    PROGRAM DIPLOMA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2009

    A. Deskripsi

    Penelusuran Bibit Berprestasi Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah
    Kejuruan ( PB2SMAK ) merupakan program seleksi bagi siswa-siswi SMA & SMK
    untuk memasuki Program Diploma III Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada
    melalui program seleksi tanpa ujian tertulis sebagai upaya untuk menjaring
    calon mahasiswa UGM yang memiliki kemampuan akademik, ketrampilan teknik dan
    kematangan pribadi, yang ditunjukkan dengan prestasi yang telah dicapai di
    Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan.

    B. Maksud dan Tujuan

    1. Menciptakan jaringan kerjasama

    2. Menumbuhkan budaya kompetisi

    C. Sasaran

    Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan di seluruh Indonesia

    D. Ketentuan dan Syarat Calon

    1. Warga Negara Indonesia

    2. Peserta seleksi diusulkan secara resmi oleh Kepala Sekolah. Program
    Diploma yang ditawarkan adalah Teknik Elektro, Teknik Geomatika, Teknik
    Mesin, Teknik Sipil.

    Ketentuan pemilihan Program Diploma sebagai berikut :

    a. Siswa dari SMA Jurusan IPA dapat memilih 2 program studi.

    b. Siswa dari SMA Jurusan IPS hanya boleh memilih Program Studi Teknik
    Geomatika (D3).

    c. Siswa dari SMK boleh memilih dua program studi, pilihan ke 1 sesuai
    dengan kejuruannya dan pilihan ke 2 hanya bisa memilih Teknik Geomatika (D3)

    3. Pada tahun akademik/ajaran 2008/2009 siswa duduk di tahun terakhir
    SMA / SMK Negeri/Swasta

    4. Setiap SMA atau SMK diberi kesempatan untuk mengajukan
    siswa-siswinya yang telah dipilih dan dipertimbangkan oleh sekolah
    masing-masing. Diutamakan siswa yang diusulkan merupakan siswa 10 terbaik di
    kelasnya dihitung dari semester 1 sampai dengan semester 5.

    5. Pengusulan calon disertai dengan Fotokopi Rapor yang disahkan oleh
    Kepala Sekolah, serta Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah, yang menyatakan
    bahwa calon tersebut akan dapat tekun dan berhasil dalam menyelesaikan
    pendidikan di Program Diploma Teknik Fakultas Teknik Universitas Gadjah
    Mada.

    6. Kemampuan membayar biaya pendidikan yang dibuktikan dengan Surat
    Kesanggupan Orangtua calon untuk membayar biaya pendidikan sampai selesai.

    7. Panitia hanya menerima pengusulan calon peserta secara kolektif dari
    sekolah (panitia tidak menerima dari individu/perorangan).

    8. Tidak mempunyai cacat tubuh yang dapat mengganggu kelancaran
    belajar.

    9. Peserta dapat melampirkan piagam/sertifikat prestasi
    akademik/kompetensi yang pernah diraih.

    10. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 100.000,00 ( Seratus Ribu Rupiah ) per
    siswa. Biaya ini digunakan untuk keperluan administrasi pendaftaran di
    sekolah yang mengusulkan.

    E. Prosedur Pendaftaran

    Kepala Sekolah mengirimkan berkas pendaftaran berisi nama peserta dan semua
    persyaratan disertai bukti-bukti prestasi akademik calon peserta seleksi
    PB2SMAK yang ditujukan ke :

    Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur PB2SMAK Tahun 2009

    Program Diploma Teknik

    d.a Program Diploma Teknik Elektro

    Fakultas Teknik

    Universitas Gadjah Mada

    Jl. Yacaranda Sekip Unit IV, Bulaksumur, Yogyakarta 55283

    Tel. (0274) 6491302, (0274)561111

    Fax (0274) 542908

    Email : pb2smak@gmail.com

    http://www.dme.ugm.ac.id, http://www.dte.ugm.ac.id , http://www.geodesi.ugm.ac.id

    Contact Person : Prapto Nugroho (081904074313), Moh. Fajri (08157950921)

    Berkas pendaftaran dapat dikirim lewat pos atau disampaikan langsung ke
    panitia pendaftaran. Penerimaan berkas pendaftaran dilayani mulai tanggal
    05 Januari 2009 sampai 20 Maret 2009 (Hari Senin – Jum’at, pukul 08.00-15.00
    WIB)

    F. Proses Seleksi

    Proses seleksi menjadi wewenang dari panitia dan tidak dapat diganggu gugat.

    G. Pengumuman dan Registrasi

    1 Hasil seleksi akan disampaikan akhir 30 April 2009

    2. Peserta yang diterima harus melakukan registrasi sesuai dengan batas
    waktu yang ditentukan.

    3. Peserta yang diterima mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan
    peserta lain yang mengikuti tes tertulis Penerimaan Mahasiswa Baru Program
    Diploma Fakultas Teknik UGM

    H. Biaya Pendidikan

    Peserta yang diterima diwajibkan membayar dana pendidikan seperti mahasiswa
    yang diterima melalui ujian tulis (PMB), sebagai berikut :

    1. SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan), dibayarkan tiap semester
    selama menjadi mahasiswa UGM dan dibayarkan pada tiap awal semester.

    2. BOP (Biaya Operasional Pendidikan), dibayarkan tiap semester dan
    dibayarkan pada tiap awal semester.

    3. SPMA ( Sumbangan Pembinaan Mutu Akademik), dibayarkan pada saat
    diterima sebagai mahasiswa baru, SPMA dibayar hanya sekali selama menjadi
    mahasiswa UGM.

    Biaya Pendidikan Tahun Ajaran 2009/2010 meliputi:

    SPP
    BOP SPMA
    DIII TEKNIK ELEKTRO Rp. 500.000 Rp.2.000.000 Rp.
    2.500.000

    DIII TEKNIK GEOMATIKA Rp. 500.000 Rp.2.000.000 Rp. 2.000.000

    DIII TEKNIK MESIN Rp. 500.000 Rp.2.500.000 Rp.
    3.500.000

    DIII TEKNIK SIPIL Rp. 500.000 Rp.2.000.000 Rp.
    2.000.000

    *Biaya Pendidikan Tahun Ajaran 2009/2010 menunggu pada keputusan Rektor UGM

    I. Lain-lain

    1. Kesempatan memperoleh beasiswa terbuka bagi semua mahasiswa yang
    memenuhi persyaratan

    2. Lulusan D III dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih
    tinggi.

    3. Lowongan pekerjaan sangat terbuka

    4. Informasi lebih lanjut silakan menghubungi alamat di atas pada jam
    kantor atau bisa dilihat pada website berikut :

    http://www.dme.ugm.ac.id, http://www.dte.ugm.ac.id , http://www.geodesi.ugm.ac.id

    5. Hasil seleksi akan dikirimkan ke sekolah masing-masing.

  15. nilai untuk NEM tahun 2009/2010 untuk masuk ke SMAN 70 berapa? Pendaftarannya kapan dibuka n ditutupnya?

    ma4cih

  16. SMAN70 Selamat dan terus pertahankan yang telah menjadi sekolah unggulan
    Saya adalah alumni lulusan tahun 2003, waktu itu kepseknya Pak Darmadi. Dan di saat angkatan kamilah SMAN 9 and SMAN 11 dimerger menjadi SMAN 70. Jadi taulah bagaimana seremnya terjadinya prkelahian antar pelajar itu,kita yang perempuan hanya bisa menangis dan ngumpet di bawah meja untuk berlindung dan menyelamatkan diri. Dan pulangnya masih juga ketar ketir kalau-kalau ada yang menghadang.
    Setelah dimerger, Alhamdulillah keadaan kami sangat tenang dan dapat mudah bersatu antara siswa 2 sekolah tersebut, bahkan banyak juga ya yang inbreeding.
    Tapi setelah sekian lama kami meninggalkan almamater tercinta,kok masih bisa terjadi lagi peristiwa yang mengerikandanmenghebohkan itu.
    Halo adik-adik yang shaleh-shaleh and baik-baik , sadarlah . Janganlah status sekolah kalian yang sudah baik dan menjadi sekolah unggulan tercoreng oleh sikap dan tingkah laku kalian yang sebenarnya hanya persoalan sepele. Mempertahankan sekolah unggulan dengan prestasi yang baik akan jauh lebih baik daripada hanya melampiaskan dendam kesumat kalian yang tidak ada artinya. Itu cuma jiwa muda yang mudah terprovokasi.
    Adik-adik sekarang berpikirlah yang jernih/positive thinking dan berpikir jauh ke depan agar tetap SMAN 70 menjadi unggulan dan terbaik. Dan raihlah cita-cita kalian untukmenjadi yang lebih baik dari sekarang.
    You must be the best. ok
    Salam manis dari kami
    Good luck

    Sincerely
    Alumni angkatan 81
    F. Dzannah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: